...Just an Exstraordinary Girl....

Dalam Diammu Diamku (Part 4 )




Kamu semakin larut dalam keterpurukanmu. Dan akupun begitu. Aku takkan pernah sembuh atas rasa sakit yang ada. Rasa sakit karena telah menyakitimu. Kamu membohongi rasa sakitmu dengan berbagai macam cara. Cara-cara yang sebenarnya membuat kamu semakin jatuh dan jauh dariku. Aku, tak mengenali lagi sosokmu. Kamu bukan anak laki-laki lugu yang mempesona seperti dulu. Kamu menjelma jadi orang lain yang berbeda. Sangat berbeda. Begitu bebas, begitu keras, tak terkendali oleh apapun. Semua menganggap bahwa kau hancur, Tak punya masa depan, namun dibaliknya aku selalu percaya, masih ada kamu yang dulu.

Sempat aku bertanya apakah kamu bahagia? Dan dijawab dengan rasa pahit disuaramu ‘Aku bahagia, kalau aku bisa milikin kamu lagi’. Aku tak berkata apa-apa, karena aku tahu keadaannya tak lagi sama. Aku tidak mau memberatkanmu dengan pilihan-pilihan.
‘Bagaimana kabar Tya?’ tanyaku mengalihkan pembicaraan. Kamu tersenyum, sepertinya kamu tahu kalau aku hanya ingin berlari dari pernyataanmu barusan.
‘Baik’ Ujarmu pendek.
‘Kamu….. kapan mau punya pengganti aku?’ tanyamu lagi. Aku tertawa, bagaimana mungkin aku bisa menemukan manusia seajaib kamu lagi? Hatiku miris berkata.
‘Belum saatnya, tunggu saja nanti’ ucapku menanggapimu. Entah mengapa rona wajahmu berubah sendu. Aku berhenti tertawa.
‘Kamu tidak apa-apa?’ Tanyaku agak khawatir melihat keadaan yang berubah.
‘Ada yang ingin aku bicarakan’ ujarmu lagi. Wajahmu terlihat semakin sendu.
‘Ini hari terakhir aku kesini’ pelan suaramu terdengar.
‘Memangnya kenapa?’ saat itu suaraku bergetar, entah kenapa pernyataanmu barusan membuat aku takut.
‘Aku bakalan nikah minggu depan’ Suaramu semakin pelan. Dan perlahan waktu membatu. Air mataku menetes. Kamu menatapku tajam, agak sedikit terkejut dengan reaksiku.
‘Kamu….’
‘Selamat ya, akhirnya…..’ ucapku tertahan, seraya menghapus tetes bening yang sempat jatuh semenit lalu.
‘Kamu, menangis ?’ tanyamu.
‘Tidak apa-apa, aku bahagia. Akhirnya kamu menemukan seseorang yang bisa menggantikan aku’ Ujarku tulus, ada rasa nyeri tertahan dihatiku.
‘iya, sudah seharusnya kamu bahagia’ ujarmu menerawang.
Desau angin membisukan kita. Tak ada yang bersuara. Hingga akhirnya kamu memutuskan untuk pamit pergi, mengakhiri pertemuan malam itu.
‘aku pamit, tapi sebelumnya aku punya satu permintaan’

Dengan lembut tanganmu memapahku berdiri, pelan matamu yang sendu menatap wajahku, ada kehangatan disana. Terasa sama semenjak pertama kali mata kita beradu pandang 3 tahun lalu.
‘Aku ingin melihat kamu selama mungkin’ Hatiku semakin nyeri. Aku tahu apa yang kuinginkan malam itu. Aku ingin kamu. Hanya ingin kamu tetap disini. ‘Kumohon jangan pergi’.

Degub jantungku berima semakin cepat. Detaknya menghantam begitu keras hingga aku merasa akan jatuh saking kerasnya ia menendang. Namun aku masih diam. Mencoba bertahan ditatap sepasang mata elang milikmu. ‘Jangan pandangi aku lagi, kumohon…. ‘ aku semakin tak ingin kehilangan kamu.

‘semoga kamu bahagia’

akhirnya tatapan itu berhenti, berganti dengan siluetmu yang semakin hilang dipelupuk mata. Aku tak ingat apa-apa lagi sesudahnya……

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pedih - Last Child -




Engkau yang sedang patah hati
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan
Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam

Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi…

Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya

Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi..mu…



**Lagunya akuu bangeettt....., hiks.., >,< (*ngelap inguss...)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Dalam Diammu Diamku (Part 3 )


Ternyata apa yang aku mimpikan, tidak sama dengan yang terjadi. Kamu dan aku begitu berbeda. Ada banyak hal yang tidak akan pernah aku mengerti dari kamu. Begitupun aku. Kamu tidak akan pernah bisa memahamiku sesempurna yang kamu inginkan. Kita begitu jauh. Dan tak ada yang kita lakukan untuk mempertahankan semuanya. Dengan mudah kita berpisah. Tak pernah kita fikirkan akibat perpisahan ini. Aku dan kamu ternyata tanpa sadar mengiris hati masing-masing hingga terluka begitu dalam. Luka yang tak pernah bisa hilang, setelah kita sadari bertahun-tahun kemudian. Kamu pernah meminta kesempatan lagi. Tapi aku terlalu takut. Sekaligus terlalu angkuh.


‘apakah masih ada jalan untuk kita?’ Tanyamu.
‘kamu tahu jawabannya. Dan itu tidak berubah. Aku tetap pada keputusanku.’ Ucapku.

Tak ku tahu apa yang kamu fikirkan waktu itu. Aku begitu buta. Aku tak melihat gurat kesedihan dan kekecewaan yang tersirat di wajahmu. Kamu sedih sekaligus marah padaku. Tak seharusnya aku begitu membatu.


‘Kamu fikir kamu pernah ngebuat aku bahagia, haah…?! Seandainya aku gak pernah kenal kamu! Aku tidak akan hancur seperti ini!’ kamu berlalu dengan kekecewaan yang perih.

Dan aku dengan egoku yang aku sesalkan, berlalu dengan luka yang tak terbantahkan.


Tahukah kamu, kata-kata itu begitu menyakitkan. Menyakitkan karena ternyata itulah kebenarannya. Aku tidak pernah membuat kamu bahagia…. Hal yang paling aku sesali hingga saat ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Benarkah, Garuda (Ada) di Dadaku ?....,



Gara-gara nonton pertandingan final tadi malam (Malay vs Indo leg 1)trus ngedenger opini macam-macam pagi harinya, kecetus deh tuh pertanyaan di kepala gw. Bener-bener lucu dan bikin miris. Gimana kagak, seminggu lebih ini kita disuguhi dengan berita-berita heboh dan fenomenal tentang piala AFF. Gimana euforia masyarakat yang menurut gw amat sangat "lebay", dengan berita-berita kericuhan seputar pembelian tiket, yang banyak pingsanlah, kegencetlah, sampe ngerusakin pintu stadion. Belom lagi inpotaiment yang terus-terusan nge-blow up semua personil Timnas (Ampe istri2nya diwawancarai melulu, edun!!), setiap mencet remote tipi ada aja berita tentang AFF, publisitas yang terlalu over kalo menurut gw. Nah, sekarang begitu Indonesia ternyata kalah 0-3 dari Malay muncul lagi kericuhan lain. Yang pada salah-salahin lah, demo minta ketua PSSI mundur dari jabatanlah, caci maki buat Timnas yang maennya kagak baguslah, nah loh?? semangat rela mati demi ngantri satu tiket kemaren hilang kemana coba ?....,

Jadi inget kata-kata bokap sebelum acara final kemaren..,
"Kayaknya Timnas bakal kalah nih hari ini " gw ngernyitin kening
"Ayah suka ngecilin ni, orang itu berdoa biar timnas menang"
"Yee..bukannya ngecilin...., ini nih prediksi, liat aja noh berita di tipi, pada pingsan2 semua, pada ngerusak-ngerusak semua, dimana-mana yang berlebihan itu gak bakal ngasih manfaat deh, yang ada malah bikin semua berantakan"
gw mikir, yahud juga kata2 bokap....,Kalo boleh jujur sih, kemaren pas ngeliat berita-berita di tipi gw rada pesimis juga. Malah sempat tercetus pernyataan aneh di fikiran gw. Gw mikir apa jadinya ya kalo timnas kalah ?..., siapa yang bakal bunuh siapa ya?...., iiih.., horor ya pikiran gw, yah begitulah kadang2...,

Okee... poin kenapa gw bikin tulisan ini bukan mo curhat semua yang ada di atas. Gw bikin tulisan ini karena gw mau ngajak semua sahabat-sahabat gw, saudara-saudara gw sebangsa dan setanah air di Indonesia ( kalo mereka gak sengaja nemu ini blog, hee..., ) buat sama-sama, yok kita lebih dewasa!! menyikapi kemenangan dengan rasa syukur yang pada tempatnya..., gak perlu lah hura-hura serta over ekspose kayak begitu.., gak perlu juga anarkis..., dan kalaupun sampai kalah nantinya jangan ada lagi deh caci maki buat Timnas, sejelek apapun permainan mereka! biar gimanapun juga mereka udah berjuang dengan segala daya upaya yang mereka miliki.., dengan semangat juang yang gak pernah kendur, juga perjuangan yang gak mudah dan menguras semua kekuatan yang mereka miliki... Tunjukkan bahwa kita INDONESIA bangsa yang bermartabat dan memiliki hati dan jiwa yang besar.... Sportif dalam segala pertandingan. Bahwa kita Bangsa INDONESIA tidak perlu menjadi licik, picik, untuk menang!!..., bahwa sebuah kekalahan tidak menjadi apa2... dan bukan apa2 bagi Bangsa kita. Karena jika jiwa garuda yang gagah memang ada di dada kita, kita sesungguhnya sudah menjadi bangsa yang menang dimata dunia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments
Diberdayakan oleh Blogger.